1.1
Logo
Desa Medana
Makna
Lambang Desa Medana
Lambang Desa Medana memiliki makna filosofis yang
mencerminkan sejarah, potensi, karakter, serta cita-cita masyarakat dalam
membangun desa. Setiap unsur yang terdapat pada lambang memiliki arti sebagai
berikut.
1.
Latar
belakang lambing
a.
Warna
merah dengan tulisan berwarna putih melambangkan semangat perjuangan masyarakat dalam meraih kemerdekaan
dan membangun Desa Medana hingga menjadi desa yang maju seperti saat ini. Warna
merah dan putih juga merupakan simbol Bendera Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang mencerminkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air.
b.
Warna
hijau melambangkan kesuburan
wilayah daratan Desa Medana yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, khususnya
di sektor pertanian dan perkebunan.
c.
Warna biru melambangkan
keindahan laut serta potensi wilayah pesisir Desa Medana yang menjadi sumber
mata pencaharian bagi sebagian masyarakat.
2.
Padi
dan kapas
Padi dan kapas yang
terikat menjadi satu melambangkan cita-cita masyarakat Desa Medana untuk
mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan sosial.
a.
Delapan
kuntum kapas melambangkan
tanggal berdirinya Desa Medana, yaitu tanggal 8.
b.
Dua
belas bulir padi melambangkan
bulan berdirinya Desa Medana, yaitu bulan Desember (bulan ke-12).
c.
Empat
simpul tali pengikat
melambangkan tahun berdirinya Desa Medana, yaitu 2004.
3.
Dua
buah dayung
Dua buah dayung
melambangkan mata pencaharian sebagian masyarakat Desa Medana yang berprofesi
sebagai nelayan. Sepasang dayung juga menggambarkan keseimbangan, kerja sama,
dan kebersamaan dalam mengarungi kehidupan untuk mencapai kesejahteraan.
4.
Pohon
kelapa
Pohon kelapa melambangkan
kehidupan masyarakat Desa Medana yang sebagian besar bergantung pada sektor
pertanian dan perkebunan. Pohon kelapa dipilih karena seluruh bagiannya, mulai
dari akar, batang, daun, hingga buahnya, memiliki manfaat yang besar bagi
kehidupan masyarakat.
5.
Bintang
bersudut lima
Bintang bersudut lima
melambangkan keimanan dan ketakwaan masyarakat Desa Medana kepada Tuhan Yang
Maha Esa sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
6.
Tali
pengikat padi dan kapas
Tali yang mengikat padi
dan kapas melambangkan persatuan, kesatuan, serta kebersamaan masyarakat Desa
Medana dalam membangun desa demi terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran
bersama.
7.
Sesanti
"Beriuk Tunjang Karya"
Sesanti "Beriuk
Tunjang Karya" mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan
gotong royong masyarakat Desa Medana. Sesanti ini mengandung makna bahwa
seluruh masyarakat bekerja bersama, saling mendukung, dan bergandengan tangan
dalam membangun desa guna mewujudkan kemajuan, kesejahteraan, dan kehidupan
yang harmonis.
Makna Sesanti dan Unsur Lambang Desa Medana
1. Beriuk
Artinya: Bersama-sama.
Makna: Melambangkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang
senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Medana dalam kehidupan
bermasyarakat, serta dalam setiap upaya pembangunan desa demi mencapai tujuan
bersama.
2. Tunjang
Artinya: Menopang atau saling mendukung.
Makna: Mencerminkan sikap saling membantu, memperkuat, dan mendukung
antarsesama masyarakat serta pemerintah desa dalam menyukseskan program
pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan Desa Medana.
3. Karya
Artinya: Hasil kerja atau pengabdian.
Makna: Mengandung semangat kerja keras, kreativitas, dan pengabdian
masyarakat Desa Medana untuk terus berkarya, berinovasi, serta berpartisipasi
aktif dalam membangun desa menuju kehidupan yang lebih maju, mandiri, dan
sejahtera.
4. Lingkaran Hitam
Putih
Makna: Melambangkan persatuan, kesatuan, dan kebulatan tekad seluruh
elemen masyarakat Desa Medana, yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, tokoh
masyarakat, pemuda, serta pemerintah desa untuk senantiasa bersinergi, menjaga
keharmonisan, dan bekerja sama dalam mewujudkan pembangunan Desa Medana yang
berkelanjutan.