Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, status gizi balita adalah kondisi kesehatan anak berdasarkan asupan nutrisi dan pertumbuhan fisik yang diukur melalui indikator berat badan, tinggi badan, dan umur. Status gizi yang baik mencerminkan pertumbuhan anak yang optimal, sedangkan status gizi buruk dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya dan berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif serta kesehatan jangka panjang.
Berdasarkan data kesehatan Desa Medana, ditemukan bahwa sebagian balita mengalami masalah gizi, termasuk kasus stunting. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah desa dan tenaga kesehatan untuk melakukan intervensi gizi dan edukasi kepada masyarakat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel - Jumlah Balita Stunting Desa Medana tahun 2026
|
|
|
|
|---|---|---|---|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Pustu Desa Medana