|
|
|
|
|---|---|---|---|
|
|
||
|
|
Ha | |
|
|
|
|
|
|
Ha | |
|
|
Ha | |
|
|
Ha | |
|
|
|
|
|
|
Ha | |
|
|
Ha | |
|
|
Ha | |
|
|
|
Ha |
|
|
||
Kebencanaan
Gambaran umum terkait Desa Medana tentang kebencanaan berfungsi untuk memberikan gambaran mengenai potensi bencana, riwayat kejadian, tingkat kerawanan, serta upaya yang telah dilakukan desa dalam mengurangi risiko bencana. hal ini berfungsi sebagai dasar perencanaan pembangunan desa, mitigasi, dan kesiapsiagaan masyarakat. Jenis potensi bencana
Banjir
Desa Medanan merupakan salah satu desa yang termasuk dalam rawan kebencanaan. Salah satunya bencana banjir yang pernah melanda beberapa wilayah dusun. Bencana banjir ini terjadi pada saat musim hujan dengan intensitas hujan tinggi atau lebat dan adanya penyempitan kali serta cuaca buruk sehingga wilayah yang menjadi ancaman bencana yang berisiko tinggi berada di beberapa dusun yaitu : Teluk Dalam, teluk dalam Kern, dan Dusun Jambianom yang sering mengalami banjir Rob yang disesbabkan oleh pasang surut air laut ketika cuaca buruk.
Gempa bumi
Wilayah Desa Medana merupakan wilayah yang sering terjadi gempa bumi yang di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik atau aktivitas sesar aktif. termasuk salah wilayah rawan gempa karena berada di pertemuan tiga lempeng besar, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Akibatnya, gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda.
Wilayah Desa Medana memiliki risiko gempa yang cukup tinggi. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan bangunan, korban jiwa, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di Desa Medana perlu memahami langkah-langkah mitigasi bencana, seperti membangun rumah tahan gempa, menyiapkan tas siaga bencana, mengetahui jalur evakuasi, dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, dampak buruk akibat gempa bumi dapat dikurangi. Pengetahuan tentang wilayah rawan gempa menjadi bekal penting agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadi
Kekeringan
Kekeringan merupakan kondisi berkurangnya ketersediaan air dalam jangka waktu tertentu akibat rendahnya curah hujan, perubahan iklim, serta keterbatasan sumber daya air. di wilayah desa medana, kondisi ini umumnya terjadi pada musim kemarau dan berdampak pada berbagai sektor, terutama pertanian, peternakan, serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Dampak kekeringan antara lain menurunnya hasil produksi pertanian, berkurangnya debit sumber air seperti sungai, mata air, dan sumur, meningkatnya risiko gagal panen, serta terganggunya aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tingkat kerawanan kekeringan dipengaruhi oleh kondisi geografis, jenis tanah, ketersediaan infrastruktur irigasi, dan pengelolaan sumber daya air.
Sebagai upaya mengurangi dampak kekeringan, pemerintah desa bersama masyarakat dapat melakukan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, seperti melakukan reboisasi atau penghijauan di beberapa Dusun yang ada di desa medana seperti Dusun gol, dan Mursodo. dalam hal kebencanaan bahwa pemerintah desa medana sudah membentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FBRB) yang berfungsi sebagai :
Menjadi forum koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah desa dalam penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan terkait penanggulangan
bencana.Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana.
Mengidentifikasi, mengkaji, dan memetakan potensi ancaman, kerentanan, kapasitas, serta risiko bencana di wilayah desa.
Mendukung penyusunan dokumen kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, dan rencana kontinjensi desa.
Meningkatkan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, pelatihan, simulasi, dan penyebarluasan informasi kebencanaan.
Memfasilitasi kerja sama dengan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pihak lain dalam mendukung program pengurangan risiko bencana.
Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Mendorong terwujudnya desa yang tangguh bencana melalui penguatan kelembagaan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Foto Kegiatan Forum pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Tahun 202
Topografi
Desa Medana memiliki kondisi topografi wilayah yang beragam dengan karakteristik bentang alam yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Kondisi wilayah Desa Medana terdiri dari kawasan dataran yang dimanfaatkan untuk permukiman, pertanian, perkebunan, serta kegiatan ekonomi masyarakat.Keadaan topografi Desa Medana yang relatif mendukung
memberikan peluang bagi pengembangan berbagai sektor, terutama pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata. Kondisi lahan yang tersedia serta lingkungan alam yang masih terjaga menjadi salah satu potensi dalam meningkatkan produktivitas masyarakat desa. itu, posisi wilayah yang memiliki keterkaitan dengan kawasan pesisir memberikan nilai tambah bagi Desa Medana dalam pengembangan potensi wisata alam dan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Kondisi alam tersebut menjadi bagian dari karakteristik desa yang perlu dikelola secara bijaksana dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dengan kondisi topografi yang dimiliki, Desa Medana memiliki peluang untuk terus berkembang melalui pemanfaatan potensi wilayah secara optimal, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.
| Bentang Wilayah | Keberadaan Ya/Tidak |
Luas/Ha |
|---|---|---|
| Desa/kelurahan dataran rendah | Ya | |
| Desa/kelurahan dataran rendah | ya | |
| Letak | Kebaradaan Ya/tidak |
Luas/Ha |
| Desa/kelurahan kawasan perkotaan | Ya | |
| Desa/Kelurahan kawasan hutan | ya | |
| Desa/Kelurahan kawasan wisata | Ya | |
| Desa/kelurahan DAS/bantaran sungai | ya |
Orbitasi
| Jarak ke Ibukota Kecamatan | : | 6 | Km |
|---|---|---|---|
| Lama jarak tempuh ke Ibukota Kecamatan dengan kendaraan | : | 15 | Menit |
| Jarak ke Ibukota Kecamatan dengan Berjalan Kaki atau non kendaraan bermotor | : | 6 | Km |
| Jarak ke Ibukota Kabupaten/Kota | : | 3 | Km |
| Lama Jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten dengan kendaraan bermotor | : | 10 | Menit |
| Lama Jarak tempuh ke Ibukota Kabupaten dengan berjalan Kaki atau kendaraan non bermotor | : | 60 | Menit |
| Jarak ke Ibukota Provinsi | : | 30 | Km |
| Lama jarak tempuh ke Ibukota Provinsi dengan kendaraan bermotor | : | Jam | |
| Lama Jarak tempuh ke Ibukota Provinsi dengan berjalan Kaki atau kendaraan non bermotor | : | 24 | jam |
Peternakan
Sektor peternakan merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat Desa Medana yang berperan dalam mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan peternakan di desa dikembangkan sebagai usaha sampingan maupun usaha utama masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia.
Jenis ternak yang dipelihara oleh masyarakat Desa Medana antara lain sapi, kambing, dan unggas. Usaha peternakan tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup penting, baik sebagai sumber pendapatan, tabungan keluarga, maupun sebagai penyedia kebutuhan pangan masyarakat.
Pengembangan sektor peternakan didukung oleh ketersediaan lahan, sumber pakan ternak, serta pengalaman masyarakat dalam mengelola usaha ternak secara turun-temurun. Selain itu, limbah peternakan juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang dapat mendukung kegiatan pertanian dan menjaga kesuburan lahan.
Melalui peningkatan kualitas pemeliharaan, penguatan kelompok peternak, serta penerapan teknologi peternakan yang tepat guna, sektor peternakan Desa Medana diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa.
Jenis Populasi ternak
| Jenis Ternak | Ada/tidak | Jumlah Pemilik (Orang) | Perkiraan Jumlah Populasi (ekor) |
|---|---|---|---|
| Sapi Potong | Ada | ||
| Sapi Perah | Tidak | ||
| Ayam Kampung | Ada | ||
| Ayam Petelur | Ada | ||
| Bebek | Ada | ||
| Kambing | Ada | ||
| Kerbau | Tidak |
Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak
Tabel Kondisi Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak di Desa Medana Tahun 200
Luas tanaman pakan ternak (rumput gajah, dll) |
Ada/Tida | Luas Ha |
|---|---|---|
| Produksi hijauan makanan ternak | Ada |
Ketersediaan Lahan Pemeliharaan Ternak/Padang Penggembalaan
| Jenis Kepemilikan Lahan | Ada/Tida | Luas Ha |
|---|---|---|
| Milik Perorangan | Ada | |
| Milik Masyarakat | Tidak | |
| Milik Pemerintah | Tidak |
Perikanan
Secara geografis wilayah Desa Medana selain sebagian pegunungan terdapat pula wilayah pesisir pantai, maka mata pencaharian sebagian masyarakat di Desa Medana merupakan nelayan dengan usaha perikanan. Sehingga potensi dalam sektor perikanan memberikan pengaruh terhadap perkembangan ekonomi masyarakat yaitu terdapat pada wilayah Dusun Teluk dalam Kern, Dusun Jambianom, dan Dusun Karang Anyar. selain prekonomian bergerak di bidang perikanan ikan asin masyarakat juga bergerak di bidang usaha ikan air tawar.
Jenis dan Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Laut
Desa Medana memiliki potensi besar di sektor perikanan laut karena 50% dari total luas Desa medana letaknya berada di kawasan pesisir pantai. Kondisi geografis ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan hasil laut sebagai sumber mata pencaharian utama. Selain kegiatan budidaya, masyarakat juga melakukan penangkapan ikan secara tradisional maupun modern dengan memanfaatkan perahu, jaring, pancing, dan alat tangkap lainnya. Potensi ikan laut ini tidak hanya mendukung ekonomi keluarga nelayan, tetapi juga berperan dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga luar daerah. gambaran, berikut tabel jenis ikan tangkap yaitu : diperoleh oleh masyarakat Desa Medana beserta alat tangkap dan keterangan lainnya:
| Jenis ikan tangkap | Alat Tangkap | Lokasi Penagkapan | Ket Produksi |
|---|---|---|---|
| Gurita | Pancing Gurita | Tengah Laut | Bernilai ekonomis Tinggi |
| Ikan Kakap | Pancing ulur | Perairan dalam | Bernilai ekonomis Tinggi |
| Ikan Baronang | Bubu, pancing | Karang dan perairan dangkal | Bernilai ekonomis Tinggi |
| Cumi-Cumi | Lampu & pancing cumi |
Perairan siang dan malam hari | Bernilai ekonomis Tinggi |
| Ikan Layang | Jaring payang | Pesisir hingga Tengah | Bahan baku asap dan pindang |
| Udang Laut | Jaring Udang | Pesisir berpasir | Pasar lokal |
| Ikan Terbang | Jaring Insang | Perairan berarus | Msiman bernilai tinggi |
| Ikan Kuning Telinga | Jarring Insang | Perairan berpasir | Musiman |
| Ikan lamet | Jarring Insang | Pesisir hingga Tengah | Musiman |
| Sardinella Lemuru | Jarring Insang | Pesisir hingga Tengah | Musiman |
Jenis dan Sarana Produksi Budidaya Ikan Air Tawar
selain memproduksi ikan air laut masyarakat desa medana juga memanfaatkan sumberdaya alam lainnya seperti memanfaatkan produksi ikan tawar sebagaiman diketahui bahwa di desa medana terdapat sebuah empang/kolam dan juga menggunakan bioflok untuk memproduksi ikan tawar yang memiliki nilai ekonomis yang hampr sama dengan produksi ikan air asin, kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kehidupan agar lebih baik
Jenis produksi ikan tawar
| Jenis/sarana | Ada/tidak | Jumlah | Hasil Produksi (Ton) |
|---|---|---|---|
| Empang/Kolam | Ada | M2 | |
| Bioflok | Ada | M2 | |
| Pancingan | Ada | M2 |
Untuk jenis produksi ikan di Desa Medana yaitu ikan nila yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan pemasran yang mudah, ikan tersebut di jual di wilayah Desa medana dan luar desa medana.
Sumber Daya Air
Desa medana memiliki sumber daya air yang berasal dari mata air, sungai, sumur, muara, maupun air tanah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Medana. Sumber daya air tersebut berperan penting dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, perikanan, serta kegiatan ekonomi lainnya.
Sebagian besar masyarakat memanfaatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, mencuci, dan sanitasi. Di sektor pertanian, ketersediaan air mendukung sistem irigasi sehingga membantu meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Selain itu, beberapa sumber air juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku dan cadangan air pada musim kemarau.
Pengelolaan sumber daya air di desa dilakukan secara berkelanjutan melalui pemeliharaan daerah resapan, perlindungan mata air, pengelolaan saluran irigasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber air. Upaya tersebut bertujuan untuk menjamin ketersediaan air yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat serta mendukung pembangunan desa.
Potensi Air dan Sumber Daya Air
Desa Medana memiliki potensi sumber daya air yang cukup baik untuk mendukung kehidupan masyarakat serta berbagai kegiatan pembangunan. Kondisi geografis desa yang berada di kawasan pesisir dengan daerah perbukitan di sekitarnya menjadikan desa ini memiliki sumber daya air yang berasal dari air tanah, mata air, aliran sungai, serta curah hujan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik, pertanian, dan kegiatan ekonomi masyarakat. Di wilayah desa juga terdapat aliran Sungai Jambianom dan Sungai Kopang yang menjadi bagian dari sistem hidrologi setempat.
Air tanah masih menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat melalui sumur gali maupun sumur bor, sedangkan jaringan perpipaan melayani sebagian wilayah permukiman. Potensi air tersebut turut mendukung sektor pertanian, usaha kecil, pariwisata, serta kebutuhan fasilitas umum. Selain itu, keberadaan wilayah pesisir dengan potensi wisata bahari memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan sumber daya air sebagai pendukung pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.
Meskipun memiliki potensi sumber daya air yang cukup besar, pengelolaannya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Upaya pelestarian daerah resapan, pengendalian pencemaran, pemeliharaan sarana penyediaan air bersih, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas sumber air menjadi langkah penting agar ketersediaan air tetap terjamin. Mengingat sebagian wilayah Desa Medana berada di kawasan pesisir, pengelolaan sumber daya air juga perlu memperhatikan risiko abrasi pantai, banjir rob, dan dampak perubahan iklim sehingga keberlanjutan fungsi sumber daya air dapat tetap terjaga.
Potensi Air dan Sumber Daya Air Desa Medana
| Jenis Sumber Air | Debit/Volume√ | ||
|---|---|---|---|
| Kecil | Sedang | Besar | |
| Sungai | √ | ||
| Mata Air | √ | ||
| Curah Hujan | √ | ||
Sumber : Data Desa Medana tahun 2026
Sumber Daya Air dan Kualitas Air Bersih
Desa Medana memiliki sumber daya air yang berasal dari air tanah, mata air, aliran sungai, dan air hujan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, serta kegiatan ekonomi masyarakat. Potensi air tanah merupakan sumber utama penyediaan air bersih bagi sebagian besar penduduk, sedangkan aliran sungai dan air hujan turut mendukung ketersediaan air terutama pada musim penghujan. Keberadaan sumber daya air tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menunjang kehidupan masyarakat dan pembangunan desa.
Secara umum, kualitas air bersih di Desa Medana cukup baik dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari umumnya berasal dari sumur gali, sumur bor, PDAM, maupun jaringan penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber air tanah. Pada beberapa wilayah, kualitas air dipengaruhi oleh kondisi musim, letak geografis, dan karakteristik tanah, sehingga diperlukan pengelolaan serta pemantauan secara berkala untuk menjaga kualitas air agar tetap layak digunakan.
Pemerintah Desa bersama masyarakat terus berupaya menjaga kelestarian sumber daya air melalui perlindungan daerah resapan, pemeliharaan sarana penyediaan air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan diharapkan dapat menjamin ketersediaan air bersih, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendukung pembangunan desa yang berwawasan lingkungan
Kondisi Sumber Air dan Kualitas Air Bersih di Medana Tahun 2026
| Jenis | Ada/Tidak | Jml/KK | Kondisi (Baik/Tdk) |
Pemanfaat (Masyarakat) |
Kualitas | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Berbau (Ya/Tdk) |
Berwarna (Ya/Tdk) |
Berasa Baik (Ya/Tdk) |
|||||
| Mata Air | Ada | 2 | baik | Masyarakat | Tdk | Tdk | Ya |
| Sumur Gali | Ada | 0 | baik | Masyarakat | Tdk | Tdk | Ya |
| PDAM | Ada | 1133` | baik | Masyarakat | Tdk | Tdk | Ya |
| Pipa | Ada | 45 | baik | Masyarakat | Tdk | Tdk | Ya |
| Bor | 201 | baik | Masyarakat | Tdk | Tdk | Ya | |
| Sumber Lain | Tidak | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
Sungai
Desa Medana memiliki aliran sungai yang berperan penting sebagai bagian dari sistem hidrologi wilayah serta mendukung keseimbangan lingkungan. Sungai dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti pengairan lahan pertanian, kebutuhan rumah tangga tertentu, serta sebagai saluran alami untuk mengalirkan air hujan sehingga membantu mengurangi risiko genangan dan banjir.
Keberadaan sungai juga memberikan manfaat ekologis dengan menjaga ketersediaan air, mendukung habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem di sekitar wilayah desa. Oleh karena itu, kelestarian sungai perlu dijaga melalui upaya pencegahan pencemaran, pengelolaan sempadan sungai, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pengelolaan sungai yang baik diharapkan dapat meningkatkan ketahanan lingkungan, mendukung kegiatan pertanian dan ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu aset alam yang menunjang pembangunan Desa Medana secara berkelanjutan.
Di wilayah Desa Medana terdapat Sungai Jambianom dan Sungai Kopang yang menjadi bagian dari sistem drainase alami desa. Kedua sungai tersebut berfungsi sebagai saluran aliran air permukaan, membantu pengairan lahan di sekitarnya, serta berperan dalam menjaga keseimbangan tata air dan lingkungan di wilayah Desa Medana.
Kondisi Sungai Di Desa medana 2026
| Jumlah Sugai | Kondisi (Baik/tidak) |
|---|---|
|
Baik Baik |
Sumber : Profil Desa Medana 2026
Kualitas Udara
Secara umum, kualitas udara di Desa Medana tergolong baik karena didukung oleh lingkungan yang masih didominasi kawasan permukiman, lahan pertanian, ruang terbuka hijau, serta vegetasi yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Aktivitas industri berskala besar yang berpotensi menghasilkan pencemaran udara relatif tidak terdapat di wilayah desa, sehingga tingkat pencemaran udara cenderung rendah.
Sumber emisi udara di Desa Medana umumnya berasal dari aktivitas transportasi, pembakaran sampah, serta kegiatan rumah tangga dan usaha kecil. Namun demikian, dampaknya masih relatif terbatas. Pemerintah Desa bersama masyarakat terus mendorong upaya pelestarian lingkungan melalui penghijauan, pengelolaan sampah yang baik, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara terbuka.
Dengan kondisi tersebut, kualitas udara di Desa Medana diharapkan tetap terjaga sehingga mampu mendukung kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan desa.
| 1. |
|
: |
|
|---|---|---|---|
| 2. |
|
: |
|
| 3. |
|
: |
|
| 4. |
|
: |
|
| 5. |
|
: |
|
| 6. |
|
: |
|
Kebisingan
Tingkat kebisingan di desa Medana secara umum tergolong rendah hingga sedang karena sebagian besar wilayah didominasi oleh kawasan permukiman, pertanian, dan ruang terbuka. Sumber kebisingan utama berasal dari aktivitas lalu lintas kendaraan, kegiatan pertanian, pembangunan, serta aktivitas masyarakat pada waktu-waktu tertentu.
Pada umumnya, kondisi kebisingan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun aktivitas sehari-hari. Namun, di beberapa titik yang berada di sepanjang jalan utama atau pusat kegiatan desa, tingkat kebisingan cenderung lebih tinggi terutama pada jam-jam sibuk.
Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya menjaga lingkungan yang nyaman melalui penataan kawasan, pengaturan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebisingan, serta mendorong penghijauan di sekitar permukiman dan fasilitas umum. Dengan kondisi tersebut, tingkat kebisingan di desa masih berada pada batas yang mendukung kenyamanan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.
Kondisi Kebisingan di Desa Medana Tahun 2026
| Tingkat Kebisingan | Akses dampak kebisingan (ya/tidak) | Sumber Kebisingan |
|---|---|---|
| Rendah | Ya |
|
Sumber : Data SID Tahun 20264
Ruang Publik/Taman
Ruang publik di desa medana merupakan sarana yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, berolahraga, berekreasi, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Ruang publik dapat berupa taman desa, lapangan, balai desa, area bermain anak, maupun ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Keberadaan ruang publik memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas lingkungan, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pendidikan, olahraga, dan perayaan hari-hari besar. Selain berfungsi sebagai tempat berkumpul, ruang publik juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang mendukung kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian ruang publik melalui kegiatan pemeliharaan rutin, penghijauan, penyediaan sarana pendukung, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan dan merawat fasilitas yang tersedia. Dengan pengelolaan yang baik, ruang publik diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat yang nyaman, aman, dan bermanfaat bagi seluruh warga desa.
Potensi Wisata
Desa medana memiliki potensi wisata yang saat ini sudah berkembang sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut dapat berupa wisata alam, wisata budaya, wisata religi, wisata maupun wisata buatan yang mencerminkan keunikan dan kekhasan desa.
Selain daya tarik wisata, desa juga memiliki potensi berupa kearifan lokal, seni dan budaya, kuliner khas, kerajinan masyarakat, serta berbagai tradisi yang dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan sektor pariwisata. Pengembangan potensi wisata diharapkan mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan kelompok sadar wisata.
Pemerintah desa bersama masyarakat terus berupaya mengembangkan potensi wisata melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana, pelestarian lingkungan dan budaya, promosi destinasi wisata, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek wisata terlebih bahwa Desa Medana termasuk desa Wista. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi wisata desa diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat secara berkelanjutan. tempat wisata yang ada di Desa medana. adapun wisata yang sedang berkembang di Desa Medana :
Pantai Impos
![]() |
![]() |
|---|
Pantai Bintang
![]() |
![]() |
|---|---|
![]() |
|
Makam Medana (Wisata Realigi)
![]() |
![]() |
|---|---|
![]() |
|
Tolong Gambar Di Update
Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan modal dasar sekaligus potensi utama dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Medana. Kualitas dan kuantitas penduduk menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan desa. Dinamika kependudukan yang meliputi kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk merupakan bagian dari proses demografi yang memengaruhi jumlah, komposisi, dan persebaran penduduk dari waktu ke waktu.
Berdasarkan data administrasi kependudukan Pemerintah Desa Medana Tahun 2026, jumlah penduduk Desa Medana mencapai 5.845 jiwa yang tergabung dalam 1.976 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki sebanyak 2.898 jiwa, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 2.947 jiwa. Dengan luas wilayah Desa Medana sebesar ...... km², maka tingkat kepadatan penduduk mencapai sekitar ...... jiwa/km².
Komposisi penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan dengan penduduk laki-laki. Selisih tersebut masih berada dalam kategori yang wajar dan mencerminkan keseimbangan struktur penduduk yang dapat mendukung berbagai aspek pembangunan desa. Keseimbangan ini menjadi modal penting dalam mendorong partisipasi masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, maupun pemerintahan.
Sebagian besar penduduk Desa Medana berada pada usia produktif, sehingga memiliki potensi tenaga kerja yang cukup besar. Kondisi ini merupakan peluang strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa melalui pengembangan sektor-sektor unggulan yang dimiliki. Mata pencaharian masyarakat cukup beragam, antara lain sebagai :
petani, pekebun,
nelayan,
pelaku usaha mikro dan kecil,
pedagang,
pekerja sektor jasa,
pelaku usaha pariwisata,
serta aparatur sipil negara dan
karyawan swasta.
Keberagaman mata pencaharian tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sektor, tetapi didukung oleh berbagai aktivitas ekonomi yang saling melengkapi.
Sebagai desa yang memiliki karakteristik wilayah pertanian, perkebunan, dan pesisir, Desa Medana memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu mengembangkan usaha berbasis pertanian, perikanan, peternakan, serta sektor pariwisata. Letak geografis yang strategis sebagai salah satu pintu gerbang menuju kawasan wisata Gili Matra juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha di bidang jasa, perdagangan, kuliner, penginapan, transportasi wisata, serta ekonomi kreatif yang berbasis potensi lokal.
Selain potensi ekonomi, Desa Medana juga memiliki modal sosial yang kuat. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kehidupan masyarakat yang religius masih terjaga dengan baik. Hal ini tercermin dari aktifnya berbagai kelembagaan desa, seperti :
Badan Permusyawaratan Desa (BPD),
PKK, Karang Taruna,
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD),
BUMDes,
kelompok tani,
kelompok nelayan,
kelompok peternak, serta
berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan desa.
Ke depan, potensi sumber daya manusia Desa Medana perlu terus ditingkatkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan kerja, pengembangan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pemberdayaan generasi muda dan perempuan. Dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing, Desa Medana diharapkan mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing desa di tingkat regional maupun nasional.
Jumlah Penduduk
Berdasarkan data administrasi Pemerintah Desa Medana Tahun 2026, jumlah penduduk Desa Medana mencapai 5.845 jiwa yang tergabung dalam 1.976 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut terdiri atas 2.898 jiwa penduduk laki-laki (49,58%) dan 2.947 jiwa penduduk perempuan (50,42%). Kondisi ini menunjukkan bahwa komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan jumlah penduduk perempuan sedikit lebih banyak dibandingkan laki-laki.
Secara administratif, Desa Medana terdiri atas 10 dusun, 10 RW, dan 40 RT. Persebaran penduduk di setiap dusun bervariasi sesuai dengan kondisi geografis, luas wilayah permukiman, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dusun dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Dusun Teluk Dalam sebanyak 1.036 jiwa (17,72%), sedangkan dusun dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Dusun Mursodo sebanyak 294 jiwa (5,03%)

Sumber : data administrasi Pemerintah Desa Medana Tahun 2026
Pendidikan
Berdasarkan data administrasi kependudukan Tahun 2026, jumlah penduduk Desa Medana sebanyak 5.845 jiwa, yang terdiri dari 2.898 laki-laki dan 2.947 perempuan. Tingkat pendidikan penduduk masih didominasi oleh masyarakat yang belum atau tidak menyelesaikan pendidikan dasar, namun jumlah masyarakat yang telah menamatkan pendidikan menengah hingga perguruan tinggi juga terus mengalami peningkatan.
Kelompok penduduk tidak atau belum pernah sekolah berjumlah 1.844 jiwa (31,55%), terdiri atas 889 laki-laki dan 955 perempuan. Kelompok ini sebagian besar merupakan anak usia dini yang belum memasuki usia sekolah, serta sebagian kecil penduduk lanjut usia yang belum pernah memperoleh pendidikan formal.
Penduduk yang belum tamat SD/sederajat berjumlah 757 jiwa (12,95%), sedangkan yang tamat SD/sederajat sebanyak 1.278 jiwa (21,86%), menjadikannya kelompok pendidikan terbesar kedua di Desa Medana.
Pada jenjang pendidikan menengah pertama (SLTP/sederajat) terdapat 648 jiwa (11,09%), sedangkan lulusan SLTA/sederajat mencapai 933 jiwa (15,96%). Jumlah lulusan SMA yang cukup besar menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan menengah sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi juga menunjukkan perkembangan yang positif. Lulusan Diploma I/II sebanyak 60 jiwa, Diploma III/Akademi sebanyak 75 jiwa, Diploma IV/Strata I (S1) sebanyak 237 jiwa, dan Strata II (S2) sebanyak 13 jiwa. Hingga Tahun 2026 belum terdapat penduduk yang tercatat memiliki pendidikan Strata III (S3).
Secara umum, kondisi pendidikan masyarakat Desa Medana menunjukkan adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia dari tahun ke tahun. Meskipun demikian, masih diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah, mengurangi angka putus sekolah, serta mendorong lebih banyak generasi muda melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan, diharapkan masyarakat Desa Medana akan semakin mampu berdaya saing, berinovasi, dan berkontribusi terhadap pembangunan desa yang maju dan berkelanjutan.

Sumber : data administrasi kependudukan Tahun 2026
Mata Pencaharian Pokok
Berdasarkan data mata pencaharian penduduk Tahun 2026, sebagian besar masyarakat Desa Medana masih menggantungkan hidup pada sektor informal dan sektor primer. Kelompok penduduk yang belum atau tidak bekerja tercatat sebanyak 1.740 jiwa, diikuti ibu rumah tangga sebanyak 1.139 jiwa. Pada sektor ekonomi produktif, masyarakat yang bekerja sebagai karyawan swasta berjumlah 432 jiwa, buruh harian lepas sebanyak 518 jiwa, petani/perkebunan sebanyak 242 jiwa, serta pedagang sebanyak 105 jiwa
Selain itu, terdapat masyarakat yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 118 jiwa, anggota TNI 1 jiwa, anggota POLRI 11 jiwa, serta berbagai profesi lainnya seperti guru, tenaga kesehatan, nelayan, sopir, tukang, wiraswasta, dan pelaku usaha kecil. Keberagaman mata pencaharian ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Desa Medana tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga berkembang pada sektor perdagangan, jasa, dan usaha mikro.
Kondisi tersebut menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan melalui peningkatan keterampilan, pemberdayaan masyarakat, penguatan usaha mikro, serta penciptaan lapangan kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Desa Medana secara berkelanjutan.

Sumber : data administrasi kependudukan Tahun 2026
Agama/Aliran Kepercayaan
Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk Desa Medana sebanyak 5.845 jiwa, yang terdiri dari 2.898 laki-laki dan 2.947 perempuan. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam, yaitu sebanyak 5.583 jiwa atau sekitar 95,52% dari total penduduk, dengan rincian 2.774 laki-laki dan 2.809 perempuan.
Selain itu, terdapat 250 jiwa yang memeluk agama Hindu (119 laki-laki dan 131 perempuan), 5 jiwa beragama Katolik (2 laki-laki dan 3 perempuan), 4 jiwa beragama Buddha (2 laki-laki dan 2 perempuan), serta 3 jiwa beragama Kristen (1 laki-laki dan 2 perempuan).
Komposisi penduduk berdasarkan agama menunjukkan bahwa masyarakat Desa Medana didominasi oleh pemeluk agama Islam, namun tetap terdapat keberagaman agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Keberagaman tersebut mencerminkan kondisi sosial masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan kerukunan antarumat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : data Penduduk Berdasarkan agama Tahun 2026
Kewarganegaraan
Berdasarkan data kependudukan, seluruh penduduk Desa Medana yang berjumlah 5.845 jiwa, terdiri dari 2.898 laki-laki dan 2.947 perempuan, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Hingga saat penyusunan Profil Desa, tidak terdapat Warga Negara Asing (WNA)
yang berdomisili secara tetap di Desa Medana.

Sumber : data Kewarganegaraan Warna Desa Medana Tahun 2026
Bantuan Pemerintahan Pusat
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga terus menyalurkan program perlindungan sosial kepada warga Desa Medana. Program bantuan tersebut meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN).
Berdasarkan data tahun 2026, jumlah penerima manfaat di Desa Medana terdiri dari 999 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), 1.679 KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan 3.740 jiwa Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional. Seluruh bantuan tersebut tersebar di 10 dusun sesuai dengan hasil pendataan dan verifikasi pemerintah.
Dusun dengan jumlah penerima manfaat terbanyak adalah Dusun Teluk Dalem dengan total 1.186 penerima, disusul Dusun Teluk Dalem Kern sebanyak 1.118 penerima, Dusun Gol sebanyak 852 penerima, dan Dusun Jambianom sebanyak 753 penerima. Sementara itu, jumlah penerima paling sedikit terdapat di Dusun Mursodo, yaitu sebanyak 63 penerima.

Sumber : data Penerima Bansos Desa Medana tahun 2026
Cacat Mental dan Fisik
Penyandang disabilitas mental dan fisik merupakan bagian dari masyarakat Desa Medana yang memiliki kondisi atau keterbatasan tertentu, baik dalam aspek fisik maupun fungsi mental, yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dapat berupa keterbatasan dalam mobilitas, penglihatan, pendengaran, komunikasi, intelektual, maupun kemampuan psikososial.
Dalam penyusunan profil desa, data mengenai penyandang disabilitas diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang inklusif. Pemerintah desa bersama masyarakat perlu memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapatkan akses yang setara terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa.
Desa Medana berupaya memperhatikan keberadaan warga penyandang disabilitas melalui pendataan, pemberian dukungan sosial, peningkatan akses pelayanan, serta mendorong lingkungan masyarakat yang ramah dan tidak diskriminatif. Dengan adanya perhatian dan dukungan bersama, penyandang disabilitas dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan desa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Berdasarkan data kependudukan dan data survei lapangan bahwa data cacat mental dan fisik sebagai berikut
Jumlah Penduduk menurut Disabilitas Desa Medana
| No. | Keadaan Cacat | Jenis Kelamin | Jumlah | |
|
|
|||
| 1. |
|
|
|
3 |
| 2. |
|
|
|
4 |
| 3. |
|
|
|
11 |
| 4. |
|
|
|
5 |
| 5. |
|
|
|
1 |
|
|
|
24 | |
Sumber data : Kasi Kesra Desa Medana
Status gizi balita
Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Kondisi gizi balita mencerminkan kecukupan asupan makanan, pola pengasuhan, serta akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Di Desa Medana, pemantauan status gizi balita dilakukan melalui kegiatan pelayanan kesehatan seperti Posyandu, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Data status gizi balita menjadi dasar dalam menentukan upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi, seperti balita dengan berat badan kurang, gizi kurang, gizi buruk, maupun risiko stunting.
Pemerintah Desa Medana bersama kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan balita melalui edukasi gizi seimbang, pemberian makanan tambahan, peningkatan kesadaran keluarga tentang pola asuh sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia.
Dengan adanya perhatian dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan seluruh balita di Desa Medana dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki kualitas kesehatan yang baik sebagai generasi penerus desa. adapun status gizi di Desa medana dapat dilihat pada table berikut :
| NO | POSYANDU | DUSUN | GIZI | ||
|---|---|---|---|---|---|
| S | D | D/S(%) | |||
| 1 | Asta | Dusun Orong Ramput | 38 | 36 | 94.74 |
| 2 | Nusantara | Dusun Nusantara | 29 | 24 | 82.76 |
| 3 | Kamboja | Dusun Teluk Dalem Kern | 79 | 73 | 92.41 |
| 4 | Sahari | Dusun Orong Kopang | 20 | 20 | 100.00 |
| 5 | Anggrek | Dusun Karang Anyar | 28 | 27 | 96.43 |
| 6 | Angin Mamiri | Dusun Jambianom | 60 | 59 | 98.33 |
| 7 | Kenanga | Dusun Teluk Dalem | 64 | 60 | 93.75 |
| 8 | Tunjung Biru I | Dusun Kopang | 30 | 28 | 93.33 |
| 9 | Tunas Mursodo | Dusun Morsodo | 22 | 22 | 100.00 |
| 10 | Tunjung Biru 2 | Dusun Gol | 44 | 43 | 97.73 |
| Total | 414 | 392 | 94.69 | ||
Sumber : Petugas Pustu Plus Desa Medana 2026
Penduduk usia subur
Penduduk usia subur merupakan kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga di Desa Medana. Perhatian terhadap kelompok usia subur diperlukan untuk mendukung perencanaan keluarga yang sehat, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian pertumbuhan penduduk.
Program Keluarga Berencana (KB) di Desa Medana dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengaturan jarak kelahiran, perencanaan jumlah anak, serta peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Pelayanan KB dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah desa, petugas kesehatan, kader, serta lembaga terkait dengan memberikan informasi, edukasi, dan pelayanan kontrasepsi kepada pasangan usia subur.
Perkembangan peserta KB di Desa Medana menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keluarga yang sehat dan sejahtera. Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam program KB terus dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pendampingan keluarga, serta pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia.
Dengan adanya program KB yang berjalan secara optimal, diharapkan masyarakat Desa Medana mampu mewujudkan keluarga yang berkualitas, sehat, dan sejahtera serta mendukung terciptanya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Tabel daftar jumlah Usia Subur ( 15 -45 tahun )Desa Medana
| NO | DUSUN | Usia Subur | ||
|---|---|---|---|---|
| L | P | D/S(%) | ||
| 1 | Dusun Orong Ramput | 53 | 36 | 67.92 |
| 2 | Dusun Nusantara | 35 | 24 | 68.57 |
| 3 | Dusun Teluk Dalem Kern | 103 | 73 | 70.87 |
| 4 | Dusun Orong Kopang | 55 | 20 | 36.36 |
| 5 | Dusun Karang Anyar | 42 | 42 | 100.00 |
| 6 | Dusun Jambianom | 60 | 59 | 98.33 |
| 7 | Dusun Teluk Dalem | 81 | 60 | 74.07 |
| 8 | Dusun Kopang | 55 | 28 | 50.91 |
| 9 | Dusun Morsodo | 40 | 22 | 55.00 |
| 10 | Dusun Gol | 39 | 39 | 100.00 |
| Total | 563 | 403 | 71.58 | |
Sumber Data : Pukesmas Tanjung Tahun 2026
Tabel daftar jumlah peserta KB desa medana
| NO | NAMA POSYANDU | DUSUN | KB | ||
|---|---|---|---|---|---|
| S | D | D/S(%) | |||
| 1 | Asta | Dusun Orong Ramput | 53 | 36 | 67.92 |
| 2 | Nusantara | Dusun Nusantara | 35 | 24 | 68.57 |
| 3 | Kamboja | Dusun Teluk Dalem Kern | 103 | 73 | 70.87 |
| 4 | Sahari | Dusun Orong Kopang | 55 | 20 | 36.36 |
| 5 | Anggrek | Dusun Karang Anyar | 42 | 42 | 100.00 |
| 6 | Angin Mamiri | Dusun Jambianom | 60 | 59 | 98.33 |
| 7 | Kenanga | Dusun Teluk Dalem | 81 | 60 | 74.07 |
| 8 | Tunjung Biru I | Dusun Kopang | 55 | 28 | 50.91 |
| 9 | Tunas Mursodo | Dusun Morsodo | 40 | 22 | 55.00 |
| 10 | Tunjung Biru 2 | Dusun Gol | 39 | 39 | 100.00 |
| Total | 563 | 403 | 71.58 | ||
Sumber Data : Pukesmas Tanjung Tahun 2026
| S | : | Sasaran |
|---|---|---|
| D | : | Datang |
Ket :
| NO | POSYANDU | DUSUN | KB | USIA PRODUKTIF (USIA 18-59 THN ) | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| S | D | D/S(%) | S | D | D/S (%) | ||||
| 1 | Asta | Dusun Orong Ramput | 53 | 36 | 67.92 | 291 | 6 | 2.06 | |
| 2 | Nusantara | Dusun Nusantara | 35 | 24 | 68.57 | 401 | 7 | 1.75 | |
| 3 | Kamboja | Dusun Teluk Dalem Kern | 103 | 73 | 70.87 | 599 | 13 | 2.17 | |
| 4 | Sahari | Dusun Orong Kopang | 55 | 20 | 36.36 | 218 | 10 | 4.59 | |
| 5 | Anggrek | Dusun Karang Anyar | 42 | 42 | 100.00 | 301 | 9 | 2.99 | |
| 6 | Angin Mamiri | Dusun Jambianom | 60 | 59 | 98.33 | 491 | 9 | 1.83 | |
| 7 | Kenanga | Dusun Teluk Dalem | 81 | 60 | 74.07 | 643 | 9 | 1.40 | |
| 8 | Tunjung Biru I | Dusun Kopang | 55 | 28 | 50.91 | 477 | 13 | 2.73 | |
| 9 | Tunas Mursodo | Dusun Morsodo | 40 | 22 | 55.00 | 741 | 11 | 1.48 | |
| 10 | Tunjung Biru 2 | Dusun Gol | 39 | 39 | 100.00 | 430 | 13 | 3.02 | |
| Total | 563 | 403 | 71.58 | 4592 | 100 | 2.18 | |||
Tabel Usi Produktif 18-59 Tahun
Sumber Data : Pukesmas Tanjung Tahun 2026
Kelembagaan
Kelembagaan desa merupakan salah satu potensi penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga Desa Medana. Keberadaan berbagai lembaga masyarakat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan dan program pembangunan desa.
Desa Medana memiliki berbagai kelembagaan yang berperan dalam mendukung kehidupan sosial kemasyarakatan, seperti Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, MKD, RT, RW, Forum anak, FPRB, PKK, Pokdarwis, Kader Posyandu, dan KPM, serta lembaga sosial kemasyarakatan lainnya.
Potensi kelembagaan tersebut menjadi kekuatan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, mengembangkan potensi lokal, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kerja sama antarwarga. Melalui sinergi antara pemerintah desa dan lembaga masyarakat, berbagai program pembangunan dapat direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat Desa Medana.
Penguatan kapasitas kelembagaan desa terus dilakukan melalui peningkatan kemampuan pengurus, pembinaan organisasi, serta peningkatan peran aktif masyarakat. Dengan kelembagaan yang kuat dan berjalan efektif, Desa Medana memiliki modal sosial yang besar untuk mendukung pembangunan desa yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. adapun kelembagaan yang dimaksud Adalah :
| Jabatan | Status (Aktif/ Tidak Aktif) |
Tingkat Pendidikan |
|---|---|---|
| KEPALA DESA | ||
| Kepala Desa | Aktif | S1 |
| PERANGKAT DESA | ||
| Sekretaris Desa | Aktif | S1 |
| Bendahara | Aktif | S1 |
| Kaur TU & Umum | Aktif | SMP |
| Kasi Kesra | Aktif | SMA |
| Kasi Pemerintahan | Aktif | S1 |
| Kaur Perencanaan | Aktif | S1 |
| Kasi Pelayanan | Aktif | S1 |
| JUMLAH KEPALA KEWILAYAHAN | ||
| Kepala Kewilayahan Nusantara | Aktif | SMA |
| Kepala Kewilayahan Karang Anyar | Aktif | SMA |
| Kepala Kewilayahan Jambianom | Aktif | SMA |
| Kepala Kewilayahan Teluk Dalem Kern | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Teluk dalam | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Kopang | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Orong Kopang | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Orong ramput | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Gol | Aktif | S1 |
| Kepala Kewilayahan Mursodo | Aktif | S1 |
| BADAN PERMUSYAWARAN DESA (BPD) | ||
| Ketua Bpd | Aktif | S1 |
| Wakil Ketua | Aktif | S1 |
| Sekretaris | Aktif | SMA |
| Ketua Bidang 1 | Aktif | SMA |
| Anggota | Aktif | SMA |
| Ketua Bidang 2 | Aktif | SMA |
| Anngota | Aktif | SMA |
| Ketua Bidang 2 | Aktif | SMA |
| Anngota | Aktif | SMA |
| No | Nama Lembaga | Keberadaan | Jumlah Pengurus/ Kelompok/ Lembaga |
Ruang Lingkup Kegiatan | Jumlah Jenis Kegiatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | LKD | 1 | |||
| 2 | LPM | 1 | |||
| 3 | RT | 40 | |||
| 4 | Karang Taruna | 1 | |||
| 5 | Kelompok Nelayan | 9 | |||
| 6 | Kelompok Tani | 3 | |||
| 7 | Lembaga Adat Desa (MKD) | 1 | |||
| 8 | Badan Usaha Milik Desa | 9 | |||
| 9 | Organisasi Keagaaman | X | 0 | ||
| 10 | Pencita alam | X | 0 | ||
| 11 | Yayasan | 2 | |||
| 12 | Penamping Keluarga Harapan | 2 | |||
| Total | 69 | ||||
Tingkat Partisipasi Politik
Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa. Tingkat partisipasi politik menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses pemerintahan, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan pembangunan desa.
Di Desa Medana, partisipasi politik masyarakat terlihat melalui keterlibatan warga dalam kegiatan pemilihan umum, pemilihan kepala desa, musyawarah desa, penyampaian aspirasi, serta keikutsertaan dalam berbagai forum masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam proses demokrasi menjadi salah satu modal penting dalam menciptakan pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peningkatan partisipasi politik masyarakat terus didorong melalui pemberian informasi, keterbukaan pemerintah desa, pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan, serta penguatan peran lembaga kemasyarakatan desa. Dengan adanya keterlibatan aktif masyarakat, program pembangunan dapat berjalan lebih efektif karena disusun berdasarkan aspirasi dan kebutuhan warga.
Secara umum, tingkat partisipasi politik masyarakat Desa Medana menjadi bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik, demokratis, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Medana. Keberadaan lembaga ekonomi berperan dalam mengembangkan kegiatan usaha masyarakat, meningkatkan produktivitas, membuka peluang kerja, serta memperkuat perekonomian desa melalui pemanfaatan potensi lokal.
Di Desa Medana terdapat berbagai bentuk kegiatan dan lembaga ekonomi masyarakat yang mendukung aktivitas perekonomian, seperti kelompok usaha masyarakat, kelompok tani, kelompok peternak, kelompok perikanan, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lembaga-lembaga tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menciptakan kemandirian ekonomi.
Pengembangan lembaga ekonomi desa dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan sumber daya dan potensi yang dimiliki Desa Medana. Kerja sama antara pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Dengan adanya lembaga ekonomi yang aktif dan berkembang, Desa Medana memiliki peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas kesempatan usaha, serta mendukung terwujudnya desa yang mandiri dan berdaya saing.
Lembaga Ekonomi, dan Unit Usaha Desa/ Kelurahan
| Jenis Lembaga Ekonomi | Keberadaan Ada/Tidak |
Jumlah/Unit | Jumlah Kegiatan |
|---|---|---|---|
|
Ada | 1 Unit | |
|
Ada | 6 Unit | |
|
Ada | 1 Unit |
Sumber Data : Sistem Informasi Desa Medana 2026
Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Medana. Keberadaan lembaga pendidikan berperan dalam memberikan layanan pendidikan, membentuk karakter generasi muda, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Di Desa Medana terdapat berbagai lembaga pendidikan yang mendukung proses pembelajaran masyarakat, baik pendidikan formal maupun nonformal. Lembaga pendidikan formal meliputi jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD/MI) (SMP/MTs),(SMA/MA), dan perguruan tinggi lsert embaga pendidikan lainnya sesuai dengan kondisi yang ada di desa. Selain itu, terdapat pula kegiatan pendidikan nonformal seperti kelompok belajar, kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, dan pembinaan masyarakat.
Pemerintah Desa Medana bersama masyarakat terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan akses layanan pendidikan, pemberdayaan tenaga pendidik, dukungan terhadap sarana dan prasarana pendidikan, serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak.
Dengan adanya lembaga pendidikan yang berkembang dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Medana memiliki potensi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan desa.
Lembaga Pendidik di Desa Medana
| No | Jenis Prasarana | Kondisi | Kepemilikan | Jumlah (Unit) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | PAUD/TK | Baik | Swasta | 7 Unit |
| 2 | Sekolah Dasar (SD) | Baik | Pemerintah | 3 Unit |
| 3 | Madrasah Ibtida’ya (MI) | Baik | Swasta | 2 Unit |
| 4 | Sekolah Luar Biasa (SLB) | Baik | Negeri | 1 (Unit) |
| 5 | SMP | Baik | Negeri | 1 (Unit) |
| 6 | Madrasah Tsanawiyah MTS) | Baik | Swastaa | 2 Unit |
| 7 | SMA | Baik | Negeri | 1 (Unit) |
| 8 | Madrasah Aliyah (MA) | Baik | Swasta | 2 Unit |
| 9 | Perguruan Tinggi | Baik | Swasta | 2 Unit |
| 10 | TPQ | Baik | Swasta | 6 Unit |
| 11 | Bimbingan Belajar (BIMBEL) | Baik | Swasta | 2 Unit |
Sumber Data : Sisitem Informasi Desa Medana Tahun 2026
Lembaga Adat
Lembaga adat merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Medana yang berperan dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Keberadaan lembaga adat menjadi wadah bagi masyarakat dalam mempertahankan tradisi, norma, serta tata kehidupan bermasyarakat.
Lembaga adat di Desa Medana memiliki peran dalam membantu menyelesaikan permasalahan sosial kemasyarakatan berdasarkan nilai-nilai adat yang berlaku, menjaga hubungan harmonis antarwarga, serta mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan adat dan budaya desa. Selain itu, lembaga adat juga berperan dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda agar tetap mengenal dan menghargai budaya lokal.
Dalam mendukung pembangunan desa, lembaga adat bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk menciptakan kehidupan yang tertib, rukun, dan berlandaskan nilai kebersamaan. Pelestarian adat dan budaya menjadi salah satu potensi desa yang dapat memperkuat identitas masyarakat Desa Medana.
Dengan adanya lembaga adat yang aktif, Desa Medana memiliki modal sosial dan budaya yang penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Lembaga adat yang ada di Desa Medana :
| Keberadaan Lembga Adat | Ada/tidak | Ket. |
|---|---|---|
| Pemangku adat | Ada | |
| Pengurus adat | Ada | |
| Simbol adat | Ada/Tidak | Ket. |
| Rumah adat | Tidak | |
| Barang pusaka | Tidak | |
| Naskah-naskah | Tidak | |
| Jenis Kegiatan adat | Ada/Tidak | Ket. |
| Musyawarah adat | Ada | |
| Sanksi adat | Ada | |
| Upaca adat perkawinan | Ada | |
| Upaca adat kematian | Ada | |
| Upacara adat kelahiran | Ada |
Sumber : Profil Desa Medana Thaun 2026
Prasarana Komunikasi Dan Informasi
Prasarana komunikasi dan informasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan pelayanan masyarakat, penyebaran informasi, serta memperlancar hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Ketersediaan sarana komunikasi dan informasi yang memadai dapat mendukung keterbukaan pemerintahan, pembangunan desa, serta perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.
Di Desa Medana, prasarana komunikasi dan informasi dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan masyarakat dan pelayanan pemerintahan desa. Sarana tersebut meliputi jaringan telekomunikasi, akses internet, perangkat teknologi informasi, media komunikasi masyarakat, serta fasilitas informasi yang digunakan untuk menyampaikan program dan kegiatan desa.
Pemerintah Desa Medana terus berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik, penyampaian informasi pembangunan, serta mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Penggunaan media komunikasi digital juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat hubungan antara pemerintah desa dengan warga.
Dengan tersedianya prasarana komunikasi dan informasi yang baik, Desa Medana memiliki peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat arus informasi, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Prasarana Komunikasi dan Informasi di Desa Medana Tahun 2026
| Sarana Pendukung | Jumalah | Ket |
|---|---|---|
| Menara telekomunikasi | 2 Unit | |
| Kondisi jaringan internet | Sangant Baik | |
| Website/media sosial desa | Ada | |
| Sarana informasi masyarakat | Ada | |
| Papan informasi, radio, atau media lainnya). | Ada |
Sumber : Profil Desa medana